Jika sebelumnya kita menggunakan scp untuk transfer file, maka kamu bisa juga menggunakan rsync untuk transfer file atau lebih ke sinkronisasi file dan folder dari satu server ke server lain sehingga lebih mudah digunakan apabila kamu ingin menyalin langsung satu folder ke server lainnya.
Ketika menggunakan rsync, biasanya kamu perlu menggunakan parameter lain, misalnya -e untuk melakukan sinkronisasi ke server tujuan yang menggunakan SSH. Berikut merupakan daftar parameter yang sering digunakan bersama dengan rsync
Setiap parameter tersebut bisa kamu gunakan bersamaan dengan parameter lainnya, misalnya dengan menggunakan parameter -avz maka nantinya data seperti waktu, kepemilikan, dan lainnya akan dipertahankan dengan parameter -a, kemudian detail sinkronisasi akan ditampilkan dengan parameter -v dan file akan dikompresi apabila memungkinkan dengan parameter -z.
Untuk daftar lengkap parameter yang bisa digunakan, maka kamu bisa menggunakan perintah rsync tanpa tambahan apapun.
Untuk penggunaan dasar, sebenarnya hampir sama seperti SCP dimana kamu hanya perlu menjalankan perintah rsync yang diikuti lokasi folder sumber dan lokasi folder tujuan.
Misalnya kamu ingin melakukan sinkronisasi file dan folder yang ada didalam folder /dir1 kedalam /dir2, maka kamu bisa menggunakan perintah ini
rsync -av /dir1 /dir2Jika kamu ingin melakukan transfer dari lokal ke server dengan IP 192.168.1.1 dengan user root, misalnya ingin melakukan sinkronisasi folder /public_html yang ada di localhost, maka kamu bisa menggunakan perintah berikut
rsync -avz /public_html [email protected]:/public_htmlTentunya cara tersebut hanya berlaku jika SSH menggunakan port default (22). Jika SSH menggunakan port khusus misalnya 2211, maka kamu perlu menambahkan parameter -e
rysnc -e "ssh -p 2211" -avz /public_html [email protected]:/public_htmlJika kamu ingin mengambil data dari server, maka kamu hanya perlu membalik lokasi folder dalam perintahnya saja. Misalnya untuk sinkronisasi public_html dari server dengan IP 192.168.1.1 dengan user root ke localhost, maka bisa menggunakan perintah berikut
rsync -avz [email protected]:/public_html /public_htmlJika servermu menggunakan port khusus, maka caranya sama dimana kamu hanya perlu menambahkan parameter -e
rysnc -e "ssh -p 2211" -avz [email protected]:/public_html /public_htmlMungkin kamu berfikir untuk menggunakan transfer file menggunakan rsync langsung dari localhost, namun sumber dan tujuan file keduanya berada di remote server, misalnya dengan perintah berikut
rsync -avz [email protected]:/public_html [email protected]:/public_htmlSayangnya perintah tersebut tidak bisa dilakukan karan untuk menggunakan rsync, salah satu sumber atau tujuan harus berupa perangkat yang kamu gunakan.
Jadi jika kamu ingin menggunakan rsync untuk transfer antar server, maka kamu bisa login ke salah satu server baik itu tujuan atau sumber, kemudian sesuai dengan server tempat kamu login, kamu bisa menggunakan rsync sesuai dengan salah satu opsi sebelumnya.
KOMENTAR
Memuat...