Jika sebelumnya kita membahas cara install 9Router di VPS, kali ini kita akan membahas cara install OmniRoute di VPS dan menggunakannya sebagai AI Agent dimanapun.
OmniRoute adalah AI gateway yang memungkinkan Kamu menghubungkan berbagai provider AI melalui satu endpoint API. Menariknya, pada OmniRoute ini ada banyak opsi lebih baik dibandingkan ketika menggunakan 9Router seperti Cookie-based AI, Free agents, konfigurasi RTK, Caveman, dan lainnya.
Pada tutorial ini, kita akan menginstal OmniRoute di VPS menggunakan Docker.
Untuk menggunakan OmniRoute di VPS, disarankan menggunakan sistem yang setidaknya dengan konfigurasi berikut:
Jika Kamu belum memiliki VPS, kamu bisa mendaftar di Vultr dari Halaman ini untuk mendapatkan trial credit sebesar $300!
Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan konfigurasi VPS dengan Debian 12, 1GB RAM, 1 CPU, dan 25GB Storage.
Sebelum menginstal aplikasi, disarankan melakukan update paket sistem agar mendapatkan pembaruan keamanan dan dependensi terbaru.
sudo apt update && sudo apt upgrade -ySebelum menjalankan OmniRoute, pastikan kamu sudah menginstall Docker. Cek dengan perintah berikut:
docker --versionJika hasilnya Docker masih belum terinstall, kamu bisa menginstallnya dulu
curl -fsSL https://get.docker.com | sudo shJIka Docker sudah dipastikan terinstall, kamu bisa membuat Container dan menjalankan OmniRoute
docker run -d \--name omniroute \--restart unless-stopped \--stop-timeout 40 \-p 20128:20128 \-v omniroute-data:/app/data \diegosouzapw/omniroute:latest-webPenjelasan singkat:
--name omniroute memberi nama container.--restart unless-stopped membuat container otomatis berjalan kembali setelah VPS reboot.-p 20128:20128 membuka port 20128.-v omniroute-data:/app/data menyimpan data agar tidak hilang saat container diperbarui.Setelah container dibuat, periksa apakah OmniRoute sudah berjalan:
docker psJika berhasil, Kamu akan melihat container bernama omniroute pada daftar container yang ada.
Jika VPS menggunakan firewall misalnya UFW, pastikan port 20128 sudah dibuka.
sudo ufw allow 20128/tcpKamu bisa melewati langkah ini jika tidak menggunakan firewall di VPS.
Sekarang kamu bisa akses ke dashboard OmniRoute, misalnya jika IP server kamu 45.76.152.16, maka kamu bisa akses http://45.76.152.16:20128 dan selesain onboarding untuk konfigurasi password, agent pertama, dan lainnya.
Untuk menambahkan Agent, kamu bisa membuka halaman Providers dan memilih provider yang akan kamu gunakan, kemudian tambahkan kredensial.
Ketika onboarding sudah selesai, kamu bisa membuat API Key pertama dari halaman API Keys > Create API Key. Pastikan untuk menyimpan API Key yang berhasil Kamu buat, karena nantinya API Key tidak bisa ditampilkan lagi.
Untuk menggunakan beberapa Agent secara bergantian, disarankan untuk membua Combo dari halaman Combos > Create Combo dan nantinya kamu bisa memilih template paling sesuai dengan penggunaanmu.
Kamu bisa menggunakan OmniRoute untuk berbagai kebutuhan, misalnya untuk Coding Agent bisa menggunakan OpenCode, OpenRouter, atau dengan ekstensi Cline di VS Code.
Jika menggunakan Cline, kamu bisa menggunakan opsi Bring my own API key atau BYOK, kemudian konfigurasi seperti ini:
Setelah semua data diisi, kamu bisa mencoba chat di Cline, atau bisa dicoba untuk langsung menjalankan sesi coding.
Itulah cara mudah install OmniRoute di VPS dan menggunakannya. Untuk konfigurasi lanjutan dan peningkatan efisiensi, disarankan untuk melakukan konfigurasi lebih lanjut di dashboard OmniRoute seperti konfigurasi RTK dan Caveman.
Bisa. OmniRoute juga mendukung instalasi langsung dari source menggunakan Node.js. Namun, Docker lebih direkomendasikan karena proses instalasi, update, dan manajemen aplikasi menjadi lebih mudah.
Untuk penggunaan pribadi atau skala kecil, VPS dengan 1 CPU dan 1 GB RAM umumnya sudah cukup. Namun, untuk penggunaan yang lebih intensif, disarankan menggunakan VPS dengan minimal 2 CPU dan 2 GB RAM.
Ya. Pada tutorial ini, container dijalankan menggunakan opsi --restart unless-stopped, sehingga OmniRoute akan otomatis berjalan kembali setelah VPS direstart.
Tidak. Semua data disimpan pada Docker Volume omniroute-data, sehingga konfigurasi tetap aman saat container diperbarui atau dibuat ulang.
Pastikan beberapa hal berikut:
docker ps).20128 tidak diblokir firewall VPS.Anda juga dapat memeriksa log container menggunakan:
docker logs -f omnirouteTutorial ini hanya menggunakan alamat IP VPS. Untuk menggunakan domain dan HTTPS, Kamu bisa menambahkan reverse proxy seperti Nginx, Caddy, atau Cloudflare Tunnel.
Tarik image terbaru menggunakan:
docker pull diegosouzapw/omniroute:latest-webKemudian hapus container lama dan jalankan kembali container menggunakan image terbaru.
Ya, OmniRoute dapat digunakan untuk production. Namun, disarankan untuk menambahkan reverse proxy, HTTPS, autentikasi yang kuat, dan pengamanan tambahan sebelum digunakan untuk production.
KOMENTAR
Memuat...