Dalam tutorial ini, kita akan membahas cara mount dan unmount disk di VPS Linux, serta beberapa perintah yang umum digunakan ketika menggunakan disk tambahan.
Mount adalah proses menghubungkan sebuah partisi atau disk ke direktori tertentu (mount point) agar bisa diakses dan digunakan oleh sistem. Sebaliknya, unmount adalah proses melepaskan koneksi tersebut sehingga disk tidak lagi bisa diakses melalui direktori itu.
Ketika kamu menambahkan disk baru di VPS, misalnya untuk keperluan backup, storage tambahan, atau block storage dari provider cloud, disk tersebut tidak akan otomatis bisa dipakai. Kamu perlu mount terlebih dahulu supaya sistem bisa membaca dan menulis data ke disk tersebut.
TL;DR: Cek dulu disk yang ingin digunakan dengan
lsblk. Kalau disk masih kosong, buat filesystem denganmkfs.ext4, kalau sudah ada isinya kamu bisa lewati langkah ini. Buat mount point denganmkdir, lalu mount partisi denganmount /dev/sdX /mnt/backup. Untuk melepaskannya, gunakanumount /mnt/backup. Agar partisi otomatis ter-mount setiap kali VPS reboot, tambahkan entri UUID partisi ke/etc/fstab.
Sebelum ke langkah mount disk, pastikan kamu sudah bisa akses VPS melalui SSH dan memiliki akses root atau sudo, atau bisa mengikuti tutorial Cara Login SSH VPS Linux terlebih dahulu.
Jika sudah bisa akses ke SSH, kamu bisa memulai dari langkah pertama.
Sebelum mount, kamu perlu tahu dulu nama device dari partisi yang ingin digunakan. Gunakan perintah berikut
lsblkPerintah ini akan menampilkan seluruh disk dan partisi yang terpasang di VPS, termasuk yang belum di-mount.
Kamu juga bisa menggunakan perintah berikut untuk melihat detail filesystem tiap partisi. Namun jika disk baru saja di attach dan belum diformat, maka tidak ditampilkan.
sudo blkidCatat nama device partisi yang ingin kamu mount, misalnya /dev/vdb.
Sebelum format, kamu perlu pastikan dulu apakah disk tersebut benar-benar kosong atau sudah memiliki filesystem dan data di dalamnya, misalnya karena disk itu sebelumnya pernah dipakai atau merupakan volume yang sudah berisi data dari provider. Cek dengan perintah berikut
sudo lsblk -fKalau kolom FSTYPE pada device tersebut muncul isinya (misalnya ext4, xfs, atau ntfs), berarti disk sudah memiliki filesystem. Kamu bisa lewati langkah format ini dan langsung lanjut ke langkah 3.
Kalau kolom FSTYPE kosong, berarti disk masih benar-benar kosong dan belum memiliki filesystem, sehingga perlu dibuatkan terlebih dahulu. Perhatian, langkah ini akan menghapus seluruh data di partisi tersebut, jadi pastikan device yang kamu tuju sudah benar.
sudo mkfs.ext4 /dev/vdbGanti /dev/vdb dengan nama device sesuai hasil lsblk di langkah sebelumnya.
Jika kamu ragu apakah data di dalam disk tersebut masih dibutuhkan atau tidak, kamu bisa mount sementara secara read-only untuk mengecek isinya terlebih dahulu tanpa risiko menulis atau mengubah data
sudo mount -o ro /dev/vdb /mnt/backupCek isinya dengan ls /mnt/backup, lalu unmount kembali dengan sudo umount /mnt/backup sebelum melanjutkan ke langkah mount normal.
Mount point adalah direktori kosong yang akan digunakan sebagai lokasi akses disk. Buat direktori baru dengan perintah
sudo mkdir -p /mnt/backup-p digunakan agar perintah tetap berjalan meskipun direktori induk belum ada.
/mnt/backup merupakan nama direktori yang kamu tetapkan dan dapat diganti sesuai kebutuhan.
Setelah mount point siap, kamu bisa mount disk dengan perintah berikut
sudo mount /dev/vdb /mnt/backupPerintah ini akan menghubungkan partisi /dev/vdb ke direktori /mnt/backup, sehingga kamu bisa langsung membaca dan menulis data di direktori tersebut.
Untuk memastikan disk sudah ter-mount dengan benar, gunakan perintah
df -h | grep /dev/Nantinya kamu akan melihat partisi /dev/vdb muncul di daftar dengan mount point /mnt/backup, lengkap dengan kapasitas dan sisa ruang yang tersedia.
Untuk melepaskan disk dari mount point, keluar dulu dari direktori tersebut kalau kamu sedang berada di dalamnya, lalu jalankan
sudo umount /mnt/backupKamu juga bisa unmount berdasarkan nama device langsung
sudo umount /dev/vdbKadang muncul pesan error target is busy ketika unmount, biasanya karena masih ada proses yang mengakses direktori tersebut. Cek proses apa saja yang masih menggunakan mount point dengan
sudo fuser -vm /mnt/backupSetelah tahu proses mana yang menahan, kamu bisa menghentikannya secara paksa dengan
sudo fuser -km /mnt/backupSetelah proses dihentikan, ulangi kembali perintah umount.
Perlu diketahui, mount yang dilakukan dengan perintah mount di atas sifatnya sementara. Begitu VPS di-reboot, disk tersebut tidak akan ter-mount otomatis. Untuk membuatnya permanen, kamu perlu menambahkan entri ke /etc/fstab.
Gunakan UUID daripada nama device seperti /dev/vdb, karena nama device bisa berubah urutannya setelah reboot. Cek UUID dengan
sudo blkid /dev/vdbCatat nilai UUID yang muncul. Misalnya disini yang muncul untuk /dev/vdb:
/dev/vdb: UUID="a28b4076-d743-48b4-a140-d62c9e5c0b85" BLOCK_SIZE="4096" TYPE="ext4"Buka file fstab dengan text editor
sudo nano /etc/fstabTambahkan baris berikut di bagian paling bawah
#Auto MountUUID=uuid-disk-kamu /mnt/backup ext4 defaults 0 2Ganti uuid-disk-kamu dengan UUID hasil langkah sebelumnya, dan sesuaikan ext4 dengan tipe filesystem disk kamu.
Sebelum reboot, sebaiknya uji dulu konfigurasi fstab supaya VPS tidak gagal boot akibat kesalahan penulisan. Jalankan
sudo mount -aJika tidak muncul error, berarti konfigurasi fstab sudah benar dan disk akan otomatis ter-mount setiap kali VPS restart.
Berikut merupakan daftar perintah yang biasa atau umum digunakan
lsblk Melihat daftar disk dan partisisudo blkid Melihat UUID dan tipe filesystemsudo mount /dev/sdX /mnt/point Mount partisisudo umount /mnt/point Unmount partisidf -h Melihat partisi yang sedang ter-mountsudo fuser -vm /mnt/point Cek proses yang menahan mount pointsudo mount -a Uji konfigurasi fstabApakah data hilang saat unmount disk?
Tidak. Selama proses unmount berjalan normal, data di dalam disk tetap aman. Data hanya berisiko hilang atau korup jika disk di-unmount secara paksa saat masih ada proses yang sedang menulis data.
Apakah perlu unmount sebelum reboot VPS?
Tidak wajib. Sistem akan otomatis unmount seluruh disk dengan aman saat proses shutdown atau reboot berlangsung normal.
Kenapa disk tidak muncul lagi setelah reboot padahal sudah di-mount?
Karena mount manual dengan perintah mount sifatnya sementara. Supaya disk otomatis ter-mount setiap boot, kamu perlu menambahkan entrinya ke /etc/fstab seperti pada langkah di atas.
KOMENTAR
Memuat...