Apabila kalian menggunakan salah satu plugin terpopuler di WordPress, Elementor, mungkin kalian pernah mengalami error dimana Elementor tidak tampil. Untuk mengatasi halaman editor yang menggunakan elementor tidak tampil, kalian dapat melakukan beberapa troubleshoot yang ada di halaman ini.
Sebelum memulai, pastikan server yang digunakan sudah memenuhi persyaratan minimum atau System Requirements untuk menggunakan Elementor. Berikut ini adalah System Requirements untuk menggunakan Elementor.
Apabila server yang digunakan sudah mencukupi atau lebih baik dari system requirements yang diperlukan namun masih tidak tampil, kalian bisa mencoba cara-cara berikut
Periksa apakah tersedia update untuk elementor atau tidak. Untuk memeriksa update, kalian perlu membuka halaman Dashboard WordPress > Plugins > Cari Elementor dan periksa apakah ada update.
Untuk melakukan downgrade, maka kalian bisa membuka Elementor > Tools > Version Control.
Meski sudah dipastikan versi PHP sebelumnya, sebaiknya kalian memeriksa versi PHP yang digunakan dalam instalasi WordPress.
Untuk memeriksa versi PHP yang digunakan dalam WordPress dapat dilihat pada halaman Dashboard WordPress > Tools > Site Health > Info > Server
Sama seperti versi PHP, kalian juga perlu memeriksa apakah Memory Limit yang diguakan sudah memenuhi persyaratan atau belum. Apabila ternyata Memory Limit yang digunakan dibawah standar maka dapat diperbaru menggunakan Plugin, atau menambahkan melalui .htaccess dan wp-config.php
Berikut adalah kode yang dapat digunakan untuk meningkatkan WP Memory Limit:
Tambahkan kode berikut setelah kode # END WordPress di file .htaccess
php_value memory_limit 256M
Apabila menambahkan Memory limit di file wp-config.php, maka kalian dapat menambahkan kode berikut sebelum /* That’s all, stop editing! Happy blogging. */
define( ‘WP_MEMORY_LIMIT’, ‘256M’ );
Untuk memeriksa apakah ada plugin lain atau theme yang tidak kompatibel dengan Elementor, kalian dapat mengaktifkan Safe Mode, dimana safe mode ini akan menjalankan Elementor tanpa memuat theme atau plugin yang ada di website kalian. Apabila editor elementor tampil setelah menggunakan safe mode, berarti ada plugin atau theme yang tidak kompatibel. Apabila safe mode sudah dijalankan namun editor tetap tidak tampil, maka terdapat error lain pada website kalian.
Sama seperti Safe Mode, mengaktifkan Switch Editor Loader Method juga dapat digunakan untuk memeriksa apakah ada plugin atau theme yang konflik dengan elementor, sehingga cara ini perlu dicoba apabila sudah menggunakan Safe Mode namun masih terdapat error.
Meski tidak terjadi konflik, kadang cache plugin yang salah konfigurasi dapat menyebabkan error pada Elementor, sehingga editor tidak tampil. Apabila kalian menggunakan cache plugin seperti Litespeed atau cache external seperti CloudFlare, maka dapat mematikan fungsi cache sementara dan melihat apakah editor Elementor sudah berjalan atau belum.
Error log ini dapat di akses melalui File Manager pada hosting kalian, dan biasanya menjelaskan error yang disebabkan serta error kodenya. Untuk mengetahui bagaimana menyelesaikan masalah yang ada di error_log, kalian bisa menyalin kode error yang ada, misal Memory Exhausted, kemudian mencari error kode tersebut di mesin pencari seperti Google atau Bing.
Terkadang file .htaccess juga bisa menjadi penyebab elementor kalian tidak bisa tampil. Untuk memperbarui file .htaccess, kalian cukup memperbarui pengaturan permalink kalian saja.
KOMENTAR
Memuat...