WorPress error 500 biasanya lebih sering terjadi pada website yang baru di buat atau di upload ke hosting, karena masih kurangnya konfigurasi yang sesuai. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa website yang sudah lama digunakan bisa mendapatkan error ini.
Berikut adalah variasi pesan error yang muncul apabila website kalian mengalami error 500
Apabila kalian baru saja menambahkan plugin atau theme dalam WordPress, kemudian terjadi error maka kalian bisa mencoba mematikan plugin atau theme tersebut dengan cara mengubah nama folder plugin, sehingga plugin menjadi tidak aktif.
Untuk mematikan plugin atau themes melalui file manager/FTP, kalian bisa mengikuti cara ini:
Kesalahan penambahan kode dalam file .htaccess juga dapat menyebabkan website kalian mengalami error 500. Untuk memperbaiki error 500, kalian bisa mencoba menggunakan cara berikut:
# BEGIN WordPress
RewriteEngine OnRewriteRule .* - [E=HTTP_AUTHORIZATION:%{HTTP:Authorization}]RewriteBase /RewriteRule ^index\.php$ - [L]RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-fRewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-dRewriteRule . /index.php [L]
# END WordPressKetika plugin atau theme kalian bersifat Haus penggunaan resource dan kalian masih menggunakan pengaturan default, kemungkinan kalian akan mengalami Error 500 menjadi lebih tinggi. Untuk meningkatkan Memory Limit pada WordPress, kalian bisa mengikuti tutorial yang ada di halaman ini:
Ketika kalian menggunakan plugin atau themes, kemungkinan plugin tersebut masih belum mendukung PHP versi terbaru. Selain itu, apabila kalian menggunakan PHP 8.0 atau 8.1, kemungkinan akan terjadi beberapa pesan error, karena saat ini penggunaan PHP 8 masih dalam tahap Beta untuk WordPress, dimana keterangan ini bisa kalian baca di halaman ini: WordPress Server Environment
Apabila error terjadi setelah kalian melakukan perubahan, maka kalian dapat menggunakan file backup untuk mencoba apakah error disebabkan karena Update, atau memang sedang ada kendala.
Untuk backup ini bisa digunakan dari backup kontrol panel Hosting, plugin wordpress, maupun fitur auto backup dari penyedia hosting.
Apabila kalian tidak memiliki file backup, maka kalian bisa mencoba cara terakhir.
Apabila langkah pertama hingga langah ke enam namun belum berhasil, maka kalian dapat menghubungi pihak penyedia hosting, dimana biasanya akan dibantu untuk memperbaiki website kalian, kecuali apabila kalian menggunakan layanan VPS Self-Managed atau VPS Unmanaged.
KOMENTAR
Memuat...